Sejarah Cincin Emas
Sejarah cincin emas bermula dari kelaziman memberi dan menerima cincin semenjak lebih dari 4.800 tahun silam. Kebiasaan ini berakar dari keyakinan wangsa Tudor pada abad ke-16. Wangsa Tudor meyakini bahwa jari manis tangan kiri bersangkutan dengan pembuluh darah yang terhubung langsung dengan jantung. Oleh karenanya, bilamana seseorang tengah mengenakan cincin di jari tersebut, maka si pemakai sedang berada dalam suatu hubungan. Logam emas mulai dipakai sebagai bahan baku cincin, batu yang dipakai berwarna merah yang dicerminkan dengan warna hati. Di samping itu, terdapat pula batu safir yang turut menghiasi suatu cincin. Cincin dengan dekorasi batu safir ini dikenal sebagai simbol pernikahan yang populer di waktu tersebut karena dirasakan mewakili surga. Namun kedua batu tersebut diungguli oleh hadirnya batu berlian yang paling kuat dan kokoh dan tidak bisa dihancurkan. Di samping itu, batu berlian pun mempunyai kilauan cahaya yang sangat estetis sehingga tidak s...